
[HIDUP/A. Aditya Mahendra]
HIDUPKATOLIK.com – LANTUNAN aneka lagu Jawa Timur bergaung di lapangan sepak bola SMA Kolose Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat. Tarian Reog Ponorogo mencuri perhatian ribuan orang yang hadir dalam Pameran Pendidikan Perguruan Tinggi milik Tarekat Yesuit ini. Menurut Kepala SMA Kanisius, Romo Eduard C. Ratu Dopo SJ, pameran bertajuk “Commited to Excellence†berbeda dari tahun sebelumnya.
Tahun ini, kata Romo Edu, Kanisius ingin menunjukkan salah satu budaya Indonesia, yakni Ponorogo. Selain bentuk kepedulian dengan budaya Indonesia, Kanisius, lanjutnya ingin memperkenalkan keindahan budaya Indonesia kepada Perguruan Tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri.
[nextpage title=”Menentang Korupsi, Lewat Pertunjukan Budaya”]
Meski lembaga pendidikan tersebut diasuh oleh Serikat Jesus dan kental dengan nilai-nilai kekatolikan, Romo Edu menegaskan, sekolah yang dipimpinnya tidak berkarakter agamis, melainkan kebhinekaan yang dirangkul dalam semangat kristiani. “Pendidikan lokal, berwawasan internasional,†terangnya.
Romo Edu berharap, lewat pameran pendidikan, para siswa sanggup merajut masa depan dengan visi, misi, dan arah yang jelas. “Semua universitas menawarkan yang baik. Tetapi para siswa harus memilih sesuai talenta, bakat, dan kebutuhan masyarakat,†pungkasnya.
A. Aditya Mahendra
Editor: Yanuari Marwanto