
Ambon, HIDUPKATOLIK.COM – MUSIK tipa dan totobua membahana, memecah keramaian Bandara Internasional Pattimura Kota Ambon, Maluku. Enam pria berpakaian merah berdiri tepat di pintu keluar kedatangan menyambut para tamu undangan yang datang mengikuti pagelaran Pesta Padua Suara Gerejani Katolik (Pesparani) I di negeri seribu pulau ini.
Tipa bertabuh dengan iringan lagu khas Maluku membuat para peserta Pesparani ikut bergoyang gembira. “Luar biasa. Saya merinding menyaksikan penerimaan masyarakat Maluku yang sangat bersahabat,” ujar Natalia seorang peserta dari Jakarta.
Tahun ini, Maluku menjadi tuan rumah Pesparani I. Karena itu, sejak pagi, 25/10 Bandara Pattimura yang terletak di Desa Laha yang dibatasi Tanjung Alang dan Tanjung Nusaniwe, Ambon ini sudah ramai. Panitia lokal pun sibuk dengan persiapan penyambutan dan akomodasi bagi para peserta. “Sejak pagi kami menunggu kedatangan para peserta. Kami senang melayani peserta,” ungkap Dessy seorang panitia.
Sementara itu sejak H-2, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Nasional (LP3KN) sudah tiba di Ambon. Dengan Pesawat Garuda Indonesia GA6424, tiba pukul 18.35 WIT.
Rasa antusiasme ini membuat mereka mengabadikan momen ini dengan berswafoto bersama di Bandara Internasional. “Sebelum bekerja keras mari kita mengabadikan momen ini. Karena ketika bekerja, pasti jarang berfoto bersama,” ungkap Ketua Umum LP3KN Adrianus Meliala disambut dengan tawa riang anggota LP3KN yang lainnya.
Di sepanjang jalan dari bandara hingga melewati desa Laha, Wayame, Poka-Rumah Tiga, Batu Merah, hingga kompleks Lapangan Merdeka sebagai tempat opening ceremony terdapat sejumlah spanduk dan umbul-umbul.
Dari hal-hal kecil saja seperti makan dan akomodasi sangat diperhatikan. Kami merasa sangat diperhatikan, sungguh pengalaman pertama di Ambon membuat kami dari Provinsi Bangka Belitung (Bangka) merasa seperti di rumah sendiri,” ungkap Aloisius anggota Bimas Katolik Provinsi Babel.
Yusti H. Wuarmanuk (Ambon)
Terima kasih atas liputan persiapan Pesparaninya. Bagus dan sarat dg info kehangatan saudara/i kita dari multi agama di Ambon