
[HIDUP/Decky Adiarto]
HIDUPKATOLIK.com – SAAT ini, masyarakat hidup di dua dunia: nyata dan maya. Tak hanya “bermukim” di dua tempat berbeda, komunikasi di masing-masing dunia itu pun amat berlainan.
Perbedaan itu kerap menimbulkan distorsi dan mispersepsi. Demi mencegah suatu yang tak diinginkan, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengajak masyarakat untuk memiliki sifat tenggang rasa dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikan Lukman saat menjadi salah satu pembicara dalam Dialog Nasional Aplikasi Kehidupan Berbhinneka “Kita Adalah Satu, Kita Indonesia, Kita Pancasila” yang digelar oleh Perkumpulan Alumni Kanisius di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa, 8/5.
Gubernur PTIK Irjen Pol.Remigius Sigid Tri Hardjanto menambahkan, di sekolah di bawah naungannya terdiri para polisi dari berbagai suku. Penerapan Pancasila secara nyata juga telah dilakukan. Sehingga, mereka bisa cair antara satu sama yang lainnya.
Decky Adiarto