web page hit counter
Sabtu, 5 April 2025

Beata Benigna Cardoso da Silva (1928-1941) : Remaja Oiti, Martir Kemurnian

HIDUPKATOLIK.com - Usianya masih teramat muda, 13 tahun. Meskipun masih belia, ia menjadi teladan rohani bagi para remaja. Ia rela mengorbankan nyawanya demi kemurnian diri. Senja baru merayap. Mentari belum tenggelam sempurna. Seperti biasa, Benigna...

Santo Ghébrē Michael CM (1791 – 1855) : Si Buta, Pencari Kebenaran Sejati

HIDUPKATOLIK.COM - BAGI Ghébrē Michael, CM hidup sempurnah adalah sama seperti Bapamu di Surga adalah murah hati. PEMIMPIN Gereja Orthodoks Ethiopia ingin membunuhnya. Mereka menolak kebenaran teologis yang sedang teliti Ghébrē Michael. Abuna (sebutan bagi pemimpin...

Beato Pier Giorgio M.F.: Memeluk Hikmat, Mengangkat Martabat

HIDUPKATOLIK.com - Usianya masih amat muda saat maut menjemputnya. Namun, sederet karya amalnya terpatri di hati kaum miskin. Suatu malam pada 1920 di Berlin, Jerman, iklim tak bersahabat. Suhu udara anjlok 12 derajat di bawah...

Martir Korban Reformasi

HIDUPKATOLIK.com - “Oleh penyucian atas roti dan anggur suatu perubahan terjadi atas keseluruhan substansi dari roti dan anggur itu menjadi substansi tubuh dan darah Kristus,” ucapnya suatu kali. Tahun ini, Gereja Katolik dan Lutheran merayakan...

St André de Soveral SJ: Martir dari Natal

HIDUPKATOLIK.com - Ia menjadi misionaris untuk orang-orang Indian di Brasil. Ia memiliki moto, “Satu langkah, seorang dibaptis”. Kehidupan suku Indian di Brasil mulai terancam dengan kehadiran bangsa Portugis yang membawa serta kehidupan modern di Tanah...

Suster Pejuang Pendidikan

HIDUPKATOLIK.com - “Kematiannya mengingatkan kita bahwa jasa pendidik tak dapat dibayar dengan harta, tetapi pengorbanan yang besar,” pesan Paus Fransiskus dalam Misa beatifikasinya. Sembuh dari penyakit meningitis memang bukan perkara gampang bagi Andrea Zemin. Gadis...

Beato Rutilio Grande Garcia, SJ (1928 – 1977): PEMBUKA JALAN KEMARTIRAN EL SALVADOR

HIDUPKATOLIK.COM Raga imam itu bersimbah darah di jalanan berdebu. 12 timah panas bersarang di tubuhnya. Kemartirannya menyulut perlawanan terhadap ketidakadilan. “CINTA sejati dibawa Rutilio dalam kematiannya. Gereja juga amat mencintai dia. Ketika ia berjalan bersama...

Menegakkan Kedisiplinan Tanpa Kompromi

HIDUPKATOLIK.com - Sejak kecil, hidupnya sudah mencerminkan kesalehan dan dibaktikan demi pelayanan pada Gereja. Ia menjadi Paus kala Gereja dilanda kemerosotan moral dan praktik indisipliner para klerus. Ia berjuang memperbaikinya. Tahun 857, pimpinan Gereja Konstantinopel, Patriakh...

Beato Josif Mihali (1912 – 1948): Martir Albania, Bapak Semua Orang

HIDUPKATOLIK.com - Situasi Albania mengerikan saat dikuasai rezim komunis. Kendati begitu, negeri ini menjadi negeri para martir. Darah kemartiran menjadi pupuk bagi perkembangan Gereja. Paus Fransiskus menangis. Momen itu terjadi ketika Kardinal Ernets Simoni menceritakan...

Kisah Martir Muda Dari Slovenia

HIDUPKATOLIK.com - Malang, gerilyawan komunis menangkap dan menyiksanya secara keji hingga wafat. Jazadnya ditemukan tujuh minggu kemudian, dalam kondisi tidak hancur dan tidak berbau. Sejak kecil, Lojze Alojzij Grozde terbiasa bermeditasi setiap pagi. Setelah meditasi, ia...

Beato Gratia Cattaro OSA: Pelindung Para Pelaut

HIDUPKATOLIK.com - Gratia berhasil melalui pertandingan “hitam” sebagai Beato Gratia Cattaro OSA pelaut. Ia beruntung, jalan hidupnya berakhir dengan kisah manis. Ia mengangkat “piala kemuliaan Tuhan.” Abad XII, Venesia telah menjadi kota pelabuhan terkenal di...

Beato Luigj Prendushi (1896-1947) : “Mata-mata Vatikan” di Tanah Terjanji

HIDUPKATOLIK.com - Ia menolak kehadiran Rezim Komunis di Albania. Baginya Komunis adalah paham yang tidak mengerti pesan Tuhan tentang cinta kasih dalam Kitab Suci. Selat Gibraltar menjadi saksi perdagangan antara Asia dan Eropa. Lebarnya hanya...

St Joseph Nguyen Duy Khang (1832-1861) : Keledai Tumpangan Uskup Tonkin

HIDUPKATOLIK.com - Sejak menjadi katekis, ia memposisikan diri sebagai “keledai tumpangan” bagi uskupnya. Ia rela mati demi gembala utamanya. Membuka misi di Keuskupan Tonkin, sama dengan bunuh diri. Zona merah menjadi penanda kejamnya wilayah pelayanan...

Beato Bartolomé Blanco Márquez (1914 –1936) : Surat Terakhir Martir Ekaristi

HIDUPKATOLIK.COM - SIAPAPUN yang mati untuk Kristus harus menghadap ke depan, berdiri tegak, dan membuka mata memandang peluru surgawi, ujar Bartolomé Blanco Márquez sebelum ditembak. UNTUK Maruja...Ingatanku akan cintamu akan lenyap dalam makam gelap. Selamat hatiku...

Cinta dan Pengorbanan Seorang Ibu

HIDUPKATOLIK.com - Nyawanya bisa selamat jika ia melakukan aborsi. Dengan tegas ia menolak opsi itu. Bayinya selamat, ia mati. Kanonisasinya dihadiri suami dan anaknya. Tiga kali proses persalinan mampu dilewati Gianna Francesca Beretta. Namun, tidak dengan...