Sepotong Hatiku Tertinggal di Beranda Susteran
HIDUPKATOLIK.COM - PAGI masih teramat dini ketika aku berhenti sejenak di balik rerumputan perdu yang daun-daunnya masih basah oleh sisa-sisa hujan tadi malam. Kubenahi lagi kain pembungkus makhluk mungil yang sedari tadi meringkuk dalam...
Duet Malaikat
HIDUPKATOLIK.com - Sentakan kaki sore itu melukiskan melodi indah bagi kedua mempelai yang tampak bahagia di tenda pelaminan. Sedari tadi mata mereka tidak pernah berhenti memandang utusan-utusan Tuhan yang datang dari segala penjuru dan...
PERTOBATAN DI MAKAM KUDUS
HIDUPKATOLIK.COM- PAGI baru saja beranjak. Kapal yang kutumpangi dari Alexandria merapat ke salah satu dermaga di Yerusalem. Sementara para penumpang bergegas mendarat, aku termangu di buritan kapal. Aku harus menjumpai sang nakhoda karena aku...
Air Mata Kebebasan
HIDUPKATOLIK.com - Semburat merah di ufuk barat melukiskan panorama indah sang petualang yang tengah mencari kebenaran. Kebenaran bukan lagi perkara damainya embun pagi yang menyejukkan hati setiap penghuni kota duniawi. Apalah gunanya bertahan pada...
Kisah Kasih Klara
HIDUPKATOLIK.COM ”Rangkaian kata-kataku menjadi sebuah cerita cinta telah pudar, justru ketika aku mulai mencintaimu,” Budiman membetulkan letak cangkir kopi panasnya. Lalu menatap wajah ayu Agatha.
”Ketika aku selesai mencintaimu, justru sebuah kisah cinta mulai aku...
Aroma Cendana dan Sepotong Kecemasan
HIDUPKATOLIK.COM - AKU sudah merasakan kehadiranmu sejak beberapa hari terakhir ini. Iya itu memang engkau. Siapa lagi yang suka mengenakan parfum aroma cendana di rumah ini? Sejak kau pergi, aku tak pernah mencium aroma...
Aku Pelukis Angin Ribut
HIDUPKATOLIK.com - MELUKIS angin ribut, sudah terbiasa kulakukan. Tapi menghalau angin ribut di hati, alangkah susah melakukannya. Gondang, seruling, kecapi, dan organ, mengalun manis pagi ini dalam Misa Inkulturasi Batak di parokiku.
Seharusnya aku ikut larut dalam kebahagiaan Misa ini, tapi aku justru...
Alis Pengantin
HIDUPKATOLIK.com - Pasrah. Kata itu sangat tepat menggambarkan kondisiku saat ini. “Bagaimana, Ani?” tanya Ibu, calon mertuaku.
“Saya menurut saja,” jawabku.
“Baiklah. Jadi, apa pun yang kami putuskan harus kamu turuti ya,” kata Ibu lagi.
Aku mengangguk....
Anak Lanalu
HIDUPKATOLIK.com - Seorang bocah bermandikan air kelapa tersungkur raga dengan mata mengais pilu. Begitu disaksikannya ikan-ikan sekarat tenang di ambang lautan, matanya bias, kakinya membatu. Dipeluknya debur sebening
permata.
/1/
Bangau terbang rendah menyambut subuh yang pasti...
Suster Catarina
HIDUPKATOLIK.com - “Suster Catarina, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu,” informasi itu mengherankan Suster Catarina, sebab ini kali pertama ada seseorang ingin menemuinya di biara itu. Ada perasaan gembira, beraduk dengan peraasaan ingin tahu...
Body Dysmorphic
HIDUPKATOLIK.COM - AKU terpaku di depan cermin. Dengan segenap perasaan, kucermati pantulan wajahku. Baru saja aku bersolek rada menor, tak sekadar menggunakan bedak tabur sebagaimana kebiasaanku. Upayaku mempercantik diri kali ini terbilang ekstra.
Kupulasi kedua...
Nick
HIDUPKATOLIK.COM - SUDUT mata Nick menangkap penampakan arloji Luminox seri 3301 di tangan kanannya. Penampang warna hitam elegan dengan garis tipis warna merah melingkar di sekelilingnya menjadikan Nick makin dandy. Pukul 17.30 tetapi sore...
BURU
HIDUPKATOLIK.COM -SEKITAR 30 menit mengangkasa, Wings Air jenis ATR 42 yang kutumpangi bersama putriku Lea dari Ambon, telah mencium landasan Bandara Namniwel, Namlea. Pagi masih belia, baru pukul 07.00 WIT. Sejurus berselang, aku dan...